kelengkeng

 kelengkeng

Buah kecil berbentuk bulat yang berasal dari daratan Cina ini masih satu famili dengan rambutan dan leci. Lengkeng cukup disukai masyarakat di Indonesia, karena rasanya enak, manis dan menyegarkan. Banyak yang menyajikan buah ini sebagai hidangan pencuci mulut, atau dikonsumsi sebagai cemilan di kala ngobrol atau menonton televisi. Jika di negeri leluhurnya lengkeng dikenal dengan sebutan ong ya guo atau buah mata naga, maka di Indonesia populer dengan sebutan ”mata kucing”. Julukan ini tak lain karena rupa buah lengkeng memang mirip bola mata. Daging buahnya berbentuk bulat, berwarna putih bening, dan berair. Ditengah daging buah terdapat biji berwarna hitam atau coklat tua. Manfaat Daging Buah Pola daging buah ini terdapat kandungan sukrosa, glukosa, protein, lemak, vitamin A, vitamin B, asam tartarik, dan senyawa-senyawa kimia tumbuhan (fitokimia) lainnya yang berguna bagi kesehatan. Kombinasi dari senyawa-senyawa fitokimia ini melahirkan berbagai khasiat, di antaranya mengedurkan saraf.

untitled2 150x150 kelengkeng

Buah lengkeng

PENENANG ALAMI DARI CINA gelisah mendera tanpa sebab? Anda mungkin berpikir untuk menggunakan obat penenang. Sebaiknya, jangan buru-buru mengonsumsi obat kimia. Yang alami jauh lebih baik, aman, dan menyenangan untuk dicoba. Salah satu obat pengusir gelisah yang alami adalah lengkeng.
Makanya, di dalam literatur disebutkan lengkeng memberikan efek penenang dan berkhasiat mengatasi gelisah, susah tidur, dan sulit konsentrasi. Selain itu daging buah lengkeng juga bermanfaat menyehatkan jantung dan bisa mengobati jantung berdebar keras. Dalam buku terapi buah disebutkan buah lengkeng juga dapat memperkuat limpa, meningkatkan produksi darah merah, menambah nafsu makan, dan menambah tenaga, sehingga sangat baik dikonsumsi oleh orang-orang yang sedang dalam proses pemulihan stamina sehabis sakit. Buah lengkeng berguna pula untuk menyehatkan usus dan memperbaiki proses penyerapan makanan, melancarkan buang air kecil, mengatasi cacingan, menyehatkan mata, mengobati sakit kepala, keputihan dan hernia. Manfaat Akar, Daun, dan Biji Bagian dari tanaman lengkeng yang berkasiat bukan cuma buahnya saja. Akar dan daun lengkeng yang berasa pahit, bahkan biji yang keras pun menyimpan khasiat obat. Akar lengkeng berkhasiat sebagai peluruh kencing dan melancarkan sirkulasi darah. Daun berkhasiat sebagai antiradang dan pereda demam. Adapun bijinya berguna untuk menghilangkan rasa sakit dan menghentikan pendarahan. Biji lengkeng ini juga dimanfaatkan sebagai bahan pembuat syampo, karena mengandung senyawa saponin yang dapat menghasilkan busa dalam jumlah banyak. Cemas, Amnesia, Penurunan Mental Setiap hari minum satu sendok tonik lengkeng (gui yan gao). Adapun cara pembuatan tonik lengkeng sebagai berikut: ambil sebagai 500 gram buah lengkeng segar dan 500 gram gula pasir. Didihkan dalam air hingga menjadi kental. Badan Lemah atau Berat Badan Setelah Sakit Setiap hari, makanlah sebanyak 250 gram buah lengkengsegar. Buang kulit dan bijinya. Hilang Nafsu Makan, Limpa Lemah Konsumsi sebanyak 60 gram buah lengkeng segar, buang kulit dan bijinya. Lakukan 2 kali sehari, pagi dan malam hari. Cara ini dapat pula mengatasi diare. Luka Bakar Ambil sedikit kulit atau cangkang lengkeng. Bakar sampai menjadi arang. Tumbuk halus dan campurkan dengan minyak tung (Aleuritis fordii) Bubuhkan pada bagian yang sakit. Luka Luar yang Tidak Kunjung Sembuh Ambil sedikit cangkang atau biji lengkeng yang sudah kering, bakar hingga menjadi arang. Tumbuk sampai halus. Tambahkan minyak zaitun. Dan oleskan di daerah luka.

Sumber: http://id.shvoong.com/medicine-and-health/alternative-medicine/1801295-khasiat-buah-lengkeng/#ixzz1TuK90U2l

Ada beberapa jenis lengkeng yang sekarang lagi ngetren, antara lain :

  1. Lengkeng Pimpong
  2. Lengkeng Diamond River
  3. Lengkeng Itoh
  4. Lengkeng AROMA Durian
  5. Lengkeng puangray
  6. Lengkeng gading
  7. Lengkeng Buto
  8. Lengkeng jendral
  9. Lengkeng hawaii

cara tanam

pertama-tama masukkan bibit ke pot atau lubang di tanah. Ukurannya harus sesuai besaran tanaman. Untuk bibit ukuran besar siapkan lubang 0,75m x 0,75m x 0,75m sedang untuk bibit yang kecil siapkan lubang ukuran 0,5m x 0,5m x 0,5m dengan media campuran 1:1:1 masing-masing untuk tanah : pasir atau sekam : pupuk kandang ( sebaiknya gunakan pupuk kandang dari kotoran kambing, karena punya kadar phosphate lebih besar daripada kotoran sapi ). Campuran media dibiarkan dalam lubang selama seminggu, kemudian digunakan untuk menanam ( hal ini supaya mikroba dari pupuk kandang dapat menyebar dengan baik kecampuran media sehingga media lebih gembur dan juga memberikan waktu adaptasi bagi bibit yang akan ditanam terhadap kondisi lingkungan sekitar ).

Pada saat penanaman sobek bagian bawah dari karung atau polybag, jangan dari bagian pinggir wadah supaya media dan akar tidak goyang.

Pemeliharaan

Perawatan lengkeng tidak rumit, selama suplai makanan dari kompos tetap terjaga.

Pemeliharaan penting adalah pemangkasan cabang yang tidak produktif dan ranting-ranting yang menutup kanopi. Dengan demikian, sinar matahari dapat masuk merata ke seluruh bagian cabang. Tumbuhan parasit ( benalu ) harus cepat dibuang. Tanaman lengkeng termasuk mudah tumbuh, tetapi sukar berbunga. Oleh karena itu, diperlukan stimulasi pembungaan dengan jalan mengikat kencang batang yang berada satu meter di atas permukaan tanah. Batang dililit melingkar sebanyak 2-3 kali dengan kawat baja. Tanaman mulai berbunga pada umur 4-6 tahun. Biasanya tanaman ini berbunga pada bulan Juli-oktober. Buah matang lima bulan setelah bunga mekar.

Dalam setahun, sebaiknya beri tiga kali pupuk. Saat kemarau, setidaknya disiram air dua hari sekali.

Penyiraman dan penyemprotan pupuk dilakukan pada malam hari atau pagi hari sebelum matahari terbit, hal ini lebih efektif karena pada saat itulah stomata pada daun terbuka.

Hama yang biasa menyerang tanaman lengkeng adalah serangga pengisap buah (Tessaratoma javanica). Kelelawar merupakan binatang hama yang sering merusak buah yang matang. Penyakit yang sering menyerang saat musim hujan adalah mildu seperti yang menyerang tanaman rambutan. Untuk mencegah serangan kelelawar, pentil buah dibrongsong dengan brongsong yang dibuat khusus.

Panen dan Pasca Panen

Apabila perawatannya baik ( sering dipupuk, disiram dan didangir ) biasanya tanaman dari cangkok atau okulasi akan mulai berbunga dan berbuah pada umur 8-12 bulan. sedangkan yang dari biji bisa mulai berbuah pada umur 21-24 bulan. Pada usia dua-tiga tahun mampu menghasilkan, ini karena jenis semua lengkeng memang tidak mengenal musim.

Musim panen lengkeng di bulan Januari-Februari dengan produksi 300–600 kg per pohon. Lengkeng termasuk buah non-klimakterik sehingga harus dipanen matang di pohon karena tidak dapat diperam. Pemanenan dilakukan dengan alat yang dapat memotong tangkai rangkaian buah. Alat panen berupa gunting bertangkai panjang yang tangkainya dapat diatur dari bawah. Tanda-tanda buah matang adalah warna kulit buah menjadi kecokelatan gelap, licin, dan mengeluarkan aroma. Rasanya manis harum, sedangkan buah yang belum matang rasanya belum manis.

Pembiakan

A. Pembiakan Generatif

Pembiakan dengan biji mempunyai banyak keuntungan, antara lain: murah dan mudah penyimpanannya untuk jangka waktu yang lama.  Biji yang disimpan dalam keadaan kering dan dingin, tetap mempunyai daya hidup (viabilitas).  Pembiakan secara generatif (biji) juga berguna untuk memulai suatu tanaman yang “bebas penyakit”, terutama penyakit virus, sebab kebanyakan penyakit virus ditularkan melalui biji. Tanaman yang berasal dari biji pada umumnya mempunyai sifat-sifat sebagai :

(1)  Pohonnya kuat, karena mempunyai susunan akar yang baik

(2)  Umurnya panjang, walaupun tanaman tersebut lambat berbunga

(3) Sering terjadi perubahan (penyimpangan) dari sifat induknya, karena adanya penyerbukan silang.

Pemilihan biji
Biji klengkeng yang akan dijadikan benih harus dipilih dari buah yang berasal dari induk lengkeng yang kuat, pertumbuhannya subur, buahnya lebat dan unggul.  Biji tersebut harus utuh (tidak cacat), kulitnya licin dan mengkilat, ukurannya besar, berasal dari buah yang benar-benar sudah tua, dari jenis lengkeng yang daging buahnya yang mudah dikelonthok, dan manis rasanya. Sebelum siap disemaikan, biji-biji harus dikeringkan terlebih dahulu dengan cara diangin-anginkan.  Biji-biji tersebut tidak boleh dijemur pada panas matahari secara langsung, agar penguapan kandungan air di dalam biji jangan sampai terlalu besar.
Penyemaian
Biji lengkeng disemaikan terlebih dahulu sebelum ditanam di lapangan agar bisa diseleksi daya pertumbuhannya, sehingga didapatkan bibit lengkeng yang baik.  Adapun penyemaian bibit lengkeng dapat dilakukan dengan dua cara, yakni:

(1).  Penyemaian di tanah

Tanah untuk pesemaian adalah yang subur dan gembur.  Ukuran tempat penyemaian dapat dibuat 1 m2 atau lebih menurut jumlah bibit klengkeng yang akan dibutuhkan.  Tempat penyemaian harus mendapatkan cukup sinar matahari, terutama pada pagi hari sampai agak siang dan jangan sampai terkena sinar matahari terlalu terik. Tanah biasanya dicangkul sedalam 15 cm, dan diberi campuran pupuk kandang dan pasir secukupnya (Afandie, 1993).  Biji-biji dibenamkan ke dalam tanah sehingga permukaan biji tersebut rata dengan permukaan tanah; jarak antara biji yang satu dengan yang lainya sekitar 10 cm.  Tanah tempat penyemaian harus diusahakan agara tetap dalam keadaan basah tetapi tidak sampai tergenang air. Kalau biji yang dipilih tersebut memenuhi syarat, dalam waktu satu minggu tentu sudah akan mulai berkecambah.  Perawatan kecambah dilakukan dengan penyiraman air secukupnya secara rutin.  Gulma yang tumbuh di tempat penyemaian harus selalu dibersihkan dan tanah tempat penyemaian harus selalu diusahakan tetap gembur agar perakarannya dapat tumbuh dengan baik.

(2).  Penyemaian di kotak dengan media pasir

Penyemaian dengan media pasir dapat menggunakan kotak dari kayu atau kotak dari papan plastik yang sudah banyak dijual di toko-toko.  Isilah kotak tersebut dengan pasir yang ketebalannya sekitar 10 cm, kemudian disiram air secukupnya samapai basah, jangan sampai airnya menggenang.
Setelah semuanya siap, biji lengkeng yang akan kita semaikan dimasukkan ke dalam pasir hingga permukaan biji rata dengan permukaan pasir, dan jarak antara biji satu dengan lainnya sekitar 5 cm.  Kemudian kotak penyemaian tersebut kita letakkan di tempat yang mendapat cukup sinar matahari, terutama pagi sampai agak siang hari.  Selama penyemaian, pasir harus selalu dijaga agar tetap dalam keadaan basah.  Bila biji yang kita pilih memenuhi syarat, dalam waktu satu minggu tentu biji sudah mulai berkecambah.
Pemindahan Bibit Semaian
Sebelum pemuindahan bibit dari semaian, terlebih dahulu kita harus menyaipkan keranjang-keranjang yang telah kita isi dengan tanah yang subur atau dengan mencampur 3 bagian tanah dan 1 bagian pupuk kandang atau kompos. Bibit yang telah mencapai ketinggian 20 cm sampai 25 cm dapat dipindahkan ke keranjang-keranjang tersbut.  Pemindahan harus kita lakukan dengan hati-hati supaya akar-akarnya tidak terputus.  Sebab bila akarnya terputus sedikit saja tanaman akar mengalami stagnasi. Media tanah dalam keranjang harus diusahakan agar selalu tetap dalam keadaan agak basah.  Letakkan keranjang yang telah kita tanami bibit lengkeng tersebut di tempat yang agak teduh tetapi selalu mendapat sinar matahari pada pagi hari sampai agak siang hari.  Pemeliharaan yang perlu dilakukan selama bibit-bibit itu dalam keranjang adalah mengusahakan agar tanahnya selalu dalam keadaan gembur dan tidak ada gulma.  Bibit lengkeng dalam keranjang sduah dapat mulai dipupuk dengan pupuk anorganik dalam dosis ringan, yakni sekitar seperempat sendok teh yang terdiri dari campuran TSP dan Urea dengan perbandingan 1:1.

B.  Pembiakan Vegetatif

Pengembangan tanaman lengkeng bisa juga dilakukan dengan cara vegetatif.  Tujuan dari pengembangan vegetatif ini ialah:

(1)  Untuk mendapatkan tanaman yang serupa dengan induknya

(2)  Agar cepat berbuah (Jawa: Genjah)

(3)  Untuk mendapatkan tanaman yang pendek (dwarfing).

Pembiakan vegetatif dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain:

(1)  Pencangkokan (marcoteren)

(2)  Penyambungan (enten dan okulasi)

(3)  Penyusuan (inarching atau approach grafting).

Pencangkokan

Pencangkokan ialah mengusahakan perakaran dari suatu cabang tanaman tanpa memotong cabang tanaman tersebut dari pohon induknya.  Beberapa jenis tanaman buah-buahan di Indonesia dapat dikembangkan dengan cara pencangkokan ini.  Caranya ialah dengan mengerat batang atau cabang tanaman yang akan dicangkok secara melingkar di dua tempat yang jaraknya 5 -10 cm. Kulit pada bagian yang kita kerat tersebut dikupas sampai pada bagiankayunya,  sehingga lapisan kambiumnya hilang samasekali.  Selanjutnya pada bagianyang kita kupas tersebut ditutup dengan tanah (sebaiknya tanah campur pupuk kandang), kemudian dibalut dengan sabut kelapa atau plastik.  Waktu yang baik untuk mencangkok adalah pada musim hujan, namun bisa juga dilakukan pada musim kemarau asal selalu disiram dengan air untuk mencegah kekeringan.Setelah berakar, cangkokan dapat diambil. Cara mengambilnya ialah dengan memotong cangkokan di bawah keratan (akar) tersebut.  Kemudian bibit cangkokan itu langsung dapat ditanam.  Tetapi khusus untuk tanaman lengkeng, cangkokan harus ditanam dahulu dalam keranjang atau pot yang diisi dengan tanah dan pupuk kandang.  Selama dalam keranjang, tanahnya harus dijaga agar tetap basah dan ditaruh di tempat yang teduh (tidak mendapatkan sinar matahari secara langsung) agar tidak terjadi penguapan organ cangkokan yang dapat mematikannya.  Setelah muncul tunas-tunas atau daun-daun yang baru, cangkokan dapat dipindahkan ke lapangan.  Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mencangkok tanaman buah-buahan adalah:

(1). Besarnya cabang atau ranting yang akan kita cangkok harus sedang (kira-kira sebesar dua jari tangan orang dewasa),  tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda, sehat dan mampu  berproduksi.
(2).  Tanaman buah-buahan yang memiliki kualitas maupun kuantitas buah yang baik.
(3).  Khusus untuk tanaman lengkeng yang akan kita usahakan dan kita kembangkan di dataran rendah dipilih dari jenis  hermaprodit (jantan-betina).
Mencangkok tanaman lengkeng sebenarnya agak sulit, sebab tidak setiap cangkokan dapat tumbuh akar-akarnya.  Apabila berhasil pun masih membu tuhkan waktu yang lama untuk dipotong atau dipisahkan dari pohon induknya, yakni setelah sekitar umur 8 bulan.  Pengembangan lengkeng dengan sistem cangkokan ini pada umumnya mempunyai kelemahan-kelemahan: (1)  Sistem perakarannya agak dangkal, sehingga tanaman mudah roboh atau mati; (2)  Penyakit  yang  terdapat pada  tanaman induknya akan ikut terbawa; (3)  Sifat-sifat jelek dari tanaman induknya akan terbawa juga.

Penyambungan (enten dan okulasi)

Pada dasarnya sistem penyambungan ini ialah menempelkan bagian tanaman yang terpilih pada bagian tanaman lain sebagai induknya sehingga membentuk satu tanaman bersama. Sistem penyambungan ini ada dua macam, yaitu:

(1)   Penyambungan pucuk (enten, grafting)
Penyambungan pucuk (enten, grafting) ada tiga macam, yaitu: Enten celah (batang bawah dan atas sama besarnya); Enten pangkas atau kopulasi; dan Enten sisi (segi tiga)

(2)   Penyambungan mata (okulasi)
Penyambungan mata (okulasi) ada tiga macam, yaitu: Okulasi biasa (segi empat); Okulasi “T”; dan  Okulasi Forkert.
Setelah 3 – 4 bulan sejak penyambungan dengan sistem enten atau okulasi ini dilakukan, dan bila telah menunjukkan adanya pertumbuhan batang atas (pada penyambyngan enten) dan mata tunas (pada penyambungan okulasi), tanaman sudah bisa ditanam di lapangan.

Penyusuan

Pembiakan vegetatif dengan sistem penyusuan ini boleh dikatakan sebagai penemuan yang sangat gemilang terutama dalam usaha memperbanyak dan melestarikan tanaman buah- buahan.  Sistem penyusuan ternyata lebih baik dibandingkan dengan sistem pencangkokan atau okulasi, sebab batang bawah (onder stam) dan batang atas (entrys) tidak harus mempunyai umur yang sama.  Batang bawah dapat berupa tanaman muda yang berasal dari biji, sedang batang atas dapat diambil dari dahan atau ranting tanaman yang sudah berbuah.  Pembiakan vegetatif yang paling aman pada tanaman lengkeng adalah dengan sistem penyusuan ini.  Sebab pembiakan dengan sistem cangkok atau okulasi sangat sering mengalami kegagalan.

Dalam sistem penyusuan ini, ukuran batang bawah dan batang atas harus sama besar (kurang lebih sebesar jari tangan orang dewasa).  Adapun cara melakukannya adalah sebagai berikut:
(1)   Pemilihan calon batang bawah dan batang atas yang mempunyai ukuran yang sama.
(2)   Penyayatan  pada batang bawah dan batang atas dengan bentuk dan ukuran yang sama sampai terkena sebagian dari kayunya.
(3)   Penmpelan batang bawah pada batang atas tepat pada bekas sayatan tadi dan ikatlah kuat-kuat dengan tali rafia.
Setelah beberapa waktu kedua batang ini akan tumbuh bersama-sama seolah-olah batang bawah menyusu pada batang atas sebagai induknya.  Dalam jangka waktu 3 – 4 minggu, penyusuan ini sudah dapat dilihat hasilnya.  Bila batang atas tidak menjadi layu, penyusuan tersebut dapat dipastikan akan berhasil.  Sesudah sekitar 4 bulan, batang bagian bawah (onder stam) dan batang bagian atas (entrys) tidak diperlukan lagi dan boleh dipotong serta dibuarkan utmbuh secara sempurna.  Setelah tumbuh secara sempurna, bibit dari hasil penyusuan tesebut sudah dapat ditanam di lapangan.

info jenis bibit kelengkeng

http://jualbibitkelengkeng.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy this password:

* Type or paste password here:

2,261 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>