Gaharu

DOLAR ATAU RUPIAH ADALAH JAWABAN DARI HASIL TANAMAN GAHARU (Aquilaria Malaccensis)

gaharu2 Gaharu

BIBIT GAHARU SIAP TANAM

Pohon Gaharu kini semakin naik daun. Mungkin masih banyak di antara kita yang belum mengenal pohon ini. Gaharu ternyata memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Jika dilihat sekilas mungkin Anda tidak akan percaya bahwa sebatang pohon itu bisa menghasilkan jutaan bahkan ratusan juta rupiah. Dahulu relatif mudah menemukan pohon tersebut di hutan. Namun kini mulai punah oleh para pemburu liar gaharu.

 

 

Gaharu adalah salah satu komoditas hasil hutan bukan kayu (HHBK) komersial yang bernilai jual tinggi. Bentuk produk gaharu merupakan hasil alami dari kawasan hutan berupa cacahan, gumpalan atau bubuk. Selain dalam bentuk bahan mentah berupa serpihan kayu, juga diproses dengan penyulingan yang dapat menghasilkan minyak atsiri gaharu yang juga bernilai jual tinggi. Gaharu banyak digunakan sebagai bahan baku parfum, obat-obatan, aroma terapi dan kepentingan keagamaan.

 

Hasil inokulasi yang ada di dalam batang gaharu

gaharu1011 Gaharu

Melihat bsarnya peluang usaha di bidang ini, Agung Soeharto lantas mencoba membudidayakan tanaman gaharu di lahan dekat rumahnya Jalan Arjuna 1/24 Ungaran, Semarang, Jawa Tengah. Menempati lahan seluas 200 meter persegi itu telah ditanam 10.000 bibit gaharu. Sementara di kawasan Gunungpati, ia memiliki kurang lebih 30.000 bibit gaharu.
‘’Kebutuhan gaharu dunia sangat besar yaitu sebesar 4000 ton per tahun dengan nilai berkisar Rp 3 triliun- Rp 4 triliun. Sementara kuota gaharu Indonesia hanya 300 ton per tahun. Itupun baru bisa dipenuhi hanya 10% saja. Oleh sebab itu, saya berusaha untuk mengembangkan potensi gaharu di wilayah Jateng kepada sejumlah investor yang berminat,’’ kata Agung, baru-baru ini.

Jenis tanaman penghasil gaharu yang berkembang juga banyak, yaitu sekitar 16 jenis dari genus Aquilaria dan genus Grynops serta spesies seperti Aetoxylon spp, Wikstroemiaspp, Dalbergia spp dan Excoeccaria agalocha. Sekitar 6 jenis dari genus Aquilaria ada di Indonesia, lanjut Agung, yang paling dikenal adalah Aquilaria malaccensis.

Saat masih bibit, harga satu pohonnya dijual Rp 25 ribu. Namun jika sudah menghasilkan gubal atau hasil inokulasi yang ada di dalam batang gaharu, harga satu batang pohonnya bisa mencapai Rp 500 ribu/kg untuk kualitas rendah dan kualitas biasa mencapai Rp 15 juta/kg, serta untuk kualitas doublesuper mencapai Rp 30juta/kg. Sementara cairan ekstrak ini kabarnya mencapai nilai jual lebih dari 30.000 dolar AS atau Rp 300 juta per liter.

Menurut Agung, sasaran ekspor gaharu antara lain Timur Tengah, India, China, Jepang dan Eropa.


Untuk bisa segera dipanen, gaharu disuntik cendawan, tujuannya agar gaharu mati dan gubal yang harum segera muncul. Batang gaharu Aquilaria malaccensis yang telah berumur minimal 5 tahun dibor secara spiral. Setiap ujung bidang gergaji pertama akan bersambungan dengan bidang gergaji kedua. Setahun setelah penyuntikkan gubal sudah dapat dituai.

gaharu19 Gaharu

Pohon gaharu umur 2tahun

Dalam pendistribusiannya, gaharu masih dikuasai oleh Singapura, namun kini di Indonesia sendiri telah terdapat sekitar 41 eksportir penampung gaharu berizin resmi yang siap menyerap hasil gaharu petani Indonesia. Hal ini juga didukung oleh Asosiasi Gaharu Indonesia (ASGARI) yang telah terbentuk dan bertujuan untuk membantu para petani gaharu dari hulu hingga hilir. ‘’Luasnya potensi pasar yang dimiliki gaharu sulit untuk surut, mengingat kebutuhan beberapa perangkat keagamaan yang akan terus menggunakannya. Sehingga, tidak salah bila menjadikan pohon ini sebagai investasi generasi penerus di masa depan,’’ terang Agung. (*/SM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy this password:

* Type or paste password here:

3,083 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>